LA LA LA NAHTAL JAMALA KAY NADZDAAD JAMALA
JAUHARNA HUNA FILQALBI TALALA
LALA NURDIN NASA BIMALA NARDAULANA HALA
ZAKA JAMALUNA YASMU YATA’ALA
KUN ANTA JAMALA
“ca, nyetel musik
nya jangan kenceng – kenceng. Lagi adzan tuh, solat dulu gih nanti bantu kaka bikin kue ya “ teriak ka salma dari dalam
kamarnya.
Hening.
Aku sudah tertidur pulas dengan mengenakan kaus
biru . Dengkuran yang maha dahsyat menambah kebisingan siang hari, di tambah
musik ala Humood khuder favoritku.
Siang itu, katanya sih
temen arisan ka salma mau dateng. Jadi dia diribetkan dengan berbagai peralatan
dapur, mamah lagi pergi beli pesenan
rujak cingur. Kalo Agam si manusia cacingan ini hobinya ya warnet , warnet dan
WARNET . kalo dia sedih pasti main warnet, kalo lagi bete ke warnet , mungkin
dia kalo tidur juga mimpiin warnet kali ye.
Eits tapi jangan salah, Agam itu salah satu murid ber –
prestasi di sekolah. Dia pernah menang lomba kejuaraan debat bahasa inggris.
Gue sih boro –boro ya bisa. Masih yes no yes no aja udah bersyukur. Sampe
pernah ada bule yang mau deketin gue jadi il-feel.
Tok. Tok. Tok
“ca...” ka salma
melihat adegan ranjang.
“astaghfirullahal’adzim” gelengan maut ka salma serta rayuan
halus yang membuat kulit berubah jadi merah, atau mungkin ungu .
“ca” cubit ulang ka salma.
“caca nanti adam juga dateng, udah sma makin ganteng aja
dia” bisik ka salma lalu pergi meninggalkan kamar ku.
Srttt .. ada aliran
darah yang ter elektrolis, ada pacuan adrenalin yang membuat syaraf ku
terhentak untuk bangkit dari kenyamanan ini.
Siapa yang gakenal Adam?
Di SMP dia itu ketua rohis, ketua mpk , ketua anggota karang
taruna, ketua RT(LOH?). pokonya dia serba ketua deh. udah gitu dia ganteng
banget. Kita pernah kenal waktu satu gugus. Dia tim kuning aku juga tim kuning.
“pimpinan saya
ambil alih , seluruhnya siap gerak”pandu
mentor gugus 2
“assalamu’alaikum wr
.wb. sehubungan dengan berjalanya MOS . Saya mau sukarelawan dari teman teman
untuk mencalonkan sebagai ketua gugus, wakil , dan satu anak yang sukarela
memegang kendali pembawa P3K” lanjut ka den dengan lantang.
“Dam . eh kamu aja. “ kata ku dari belakang. Yang namanya
Caca dimana –mana orangnya pede gaketulungan.
Adam hanya tersenyum.
“ya gue milih lu karena lu tinggi aja. Kalo si Ilham kan
udah megang bendera nya.” Alah speak english banget ya gue ekekekek.
“sokap nih ya?” zila tiba –tiba nengok ke gue.
“ya gue tetep milih si Adam” dengan nada yang agak di buat
–buat.
Adam tersenyum lagi.
Dengan langkah
gontai aku menuruni anak tangga.
“ka, tadi bangunin aku ya?”
“engga “ ka salma senyam senyum
“tadi aneh. Masa aku mimpiin Adam ka”
“ah ngawur kamu. Cepet sini . nih gorengin ikan nya”
“iya iya “
Makam malam pun
berjalan dengan lancar. Dengan style casual Adam menambah chemistry , membuat
ku sangat mensyukuri nikmat tuhan ini.
Pandangan pertama...
alhamdulillah
Pandangan kedua.. masya allah
Pandangan ketiga... subhanallah.
Tidak . tidak. Aku
tidak melirik sama sekali si Adam ini. Aku hanya memikirkan bagaimana nantinya
kami akan menjadi keluarga . aku melirik ke arah ka salma yang senyum nya
bahagia sekali.
Kulihat mamah yang tak hentinya menawari berbagai hidangan .
Agam adik ku ini juga terlihat gantengan saat mengenakan
baju koko warna biru.
Semua berjalan dengan lancar, kata ka salma
Adam sempat memandangiku satu kali.
Caca dengan nama belakang apa saja harap ke sumber suara
sekarang.
Caca dengan nama belakang apa saja harap ke sumber suara
sekarang.
Caca dengan nama belakang apa saja harap ke sumber suara
sekarang.
Seketika seisi
ruangan menoleh ke arah ku.
“ca, mampus deh” ari menepok jidat ku .
“ih apasih” aku kesal karena lamunan ku terganggu.
“itu dipanggil ” jawab ari cengingiran
“makanya jangan pulang malem mulu. Disangka ngepet di
sekolah kali lu”
Aku hanya menyipitkan mata.
Dengan langkah terpaksa aku menuju ruang konseling.
Disana aku melihat berbagai wujud Caca
Caca anastasya, caca priska, caca marica, caca anandita .
dan aku –caca tanpa nama belakang-
Mengapa aku harus ikut berkumpul disini? Kan Cuma caca yang
punya nama belakang aja yang dipaggil.
Huh....
(bersambung)